Dennish Percaya, bahwa kesuksesan trading didapat dari pembelajaran, dari pada sekedar memiliki bakat. Dennis berselisih paham menngenai hal tersebut dengan rekannya sesama trader William Ekhardt.
Ia bergabung dengan Chicago Mercantile Exchange saat umur 17 tahun. Beberapa tahun kemudian ia bertanding di lantai bursa Chicago Board of Trade Building. Dia memutuskan untuk menjadi trader penuh pada waktu umur 21. Dennis adalah lulusan dari DePoul University dengan gelas BA. Gelas pascasarjana didapat dari Tulane University sebelum bergabung di Chicago Board of Trade.
Pada saat liburan disingapura, Dennis mengamati para peternak tangkar kura-kura. Cara unik yang dperlihatkan para petangkar itu adalah dengan memastikan apakah sianak penyu dapat bertahan hidup atau tidak adalah dengan memasukan mereka satu persatu ke air. Penyu yang tenggelam dieliminasi oleh petangkar tersebut karena dianggap tidak mampu hidup lama. Sementara yang bertahan dan berenang dianggap mampu bertahan dan kemudian dipelihara untuk dijual nantinya.
Dari situlah, Dennis percaya bahwa kesuksesan trading didapat dari proses pembelajaran, dari pada sekedar memiliki bakat.
Kemudian pada tahun 1983 Dennis merekrut 13 orang murid yang juga dikenal sebagai "The Turtles" yang berasal dari latar belakang yang berbeda bahkan yang tidak memiliki pengalaman dalam investasi atau trading sebelumya. Tujuannya adalah membuktikan bahwa dengan mengikuti suatu aturan tertentu dalam bertrading, seseorang dapat "belajar" menjadi sukses dalam trading. Masing-masing muridnya itu dipercayakan untuk mengelola dana yang sama besar dan diperintahkan mengikuti sebuah aturan yang ditetapkan Dennis, yang disebut dengan Turtle Rules. Uniknya, meskipun memiliki aturan yang sama, para muridnya itu memberikan hasil yang berbeda-beda. Program pelatihan tersebut, berakhir pada tahun 1988, dan sebagian dari para turtles ada yang menjadi trader sukses dan ada yang gagal.
Diantara 13 murid Turtle tersebut terdapat nama Curtis Faith, Russel Sands, Jerry Parker, Liz Cheval, dan Paul Rabar yang mulai belajar tentang trading dari nol (awam).
Metodologi Turtle Rules
Trading sistem yang didasari oleh konsep "Trend Follower" dan diajarkan oleh Richard Dennis atau biasa dikenal dengan Turtle Rules, mewajibkan sebuah sistem trading yang lengkap harus memiliki 6 hal, yaitu :
1. Market : Apa yang harus dibeli atau dijual
Hal pertama yang harus diperhatikan adalah pasar apa yang akan kita tradingkan, dalam hal ini misalnya Pasar Saham. Kita harus memahami karakteristik dari pasar saham itu.
2. Ukuran : Berapa banyak yang harus dijual atau dibeli.
Ukuran akan berapa banyak yang harus dijual atau dibeli mempengaruhi diversifikasi dan money management. Praktisnya adalah maksimum open posisi yang di ijinkan.
3. Entry : Kapan melakukan membuka posisi.
Apabila kita telah membuat suatu sistem yang cukup canggih, maka sistem tersebut akan memberikan kita signal kapan waktu terbaik untuk memasuki pasar.
4. Stop : Kapan menutup posisi (dalam keadaan rugi).
Turtle rules berkata bahwa trader yang tidak mau menutup posisi disaat merugi, tidak akan mampu bertahan dalam jangka waktu panjang.
5. Exit : Kapan menutup posisi ( dalam keadaan untung).
Seain menentukan batas kerugian, Turtle rules juga mengharuskan menentukan kapa harus keluar dalam keadaan profit.
6. Taktik : Bagaimana cara membeli dan menjual.
Seluk beluk cara melakukan pembukaan posisi juga perlu diperhitungkan, mengingat pada keadaan tertentu kadang transaksi kita dalam status menunggu hingga keuntungan datang (staus floating loss).
Performance
Pada usia 25 Dennis menjadi jutawan, dan pada tahun 1983 Dennis merekrut dan melatih 13 orang yang dikenal dengan istilah "The Turtles".
Ketika senin kelabu (Black Monday) terjadi pada tahun 1987, Dennis mengalami kerugian secara tak terduga sebesar $10 juta dan secara total meraih keuntungan menjadi $50 juta selama perode 1987-1988.
Satu hal yang perlu dicatat bahwa Dennis tidak selalu mempraktekan sendiri Turtle Rules yang telah ia ajarkan pada murid-muridnya.
Dennis juga telah mempublikasikan sejumlah artikel trading dalam harian The New York Times, The Wallstreet Journal, and The Chicago Tribune. Dennis juga merupakan presiden dari Dennis Trading Group Inc. dan juga wakil presiden dari C&D Commodities, salah satu pendiri perusahaan Advisor Drug Policy Alliance, dan anggota Dewan Direktur dari CatoInstitue.
Kesimpulan
Berdasarkan kisah diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa jika seseorang ingin mengarungi samudera investasi maka dia harus memiliki kemampuan untuk "berenang", agar dapat menyesuaikan diri dengan arus yag ada, yang dapat disamakan dengan sebuah Trading Sistem. Dalam bertrading saham, anda dapat sukses jika mempunyai kedisiplinan dalam manajemen resiko, mengetahui kapan masuk dan kapan keluar dari market dll, seperti yang sudah Dennis ajarkan kepada murid-muridnya.
Source : belajarforexweb.
Tetap Disiplin !!!







0 komentar:
Posting Komentar