Haruskan kita sebagai trader berinvestasi? jawabannya YA harus. Mungkin banyak dari trader yang tidak setuju karena antara Investasi dan Trading adalah dua style yang berlawanan. Investasi adalah membeli saham kemudian disimpan untuk jangka panjang, sedangkan Trader adalah membeli saham untuk kebutuhan jangka pendek. Kita semua sudah pada tau tentang PLAN (Rencana), oleh karena itu kita harus mempersiapkan rencana jangka pendek juga rencana jangka panjang.
Investasi adalah mengeluarkan sejumlah uang atau menyimpan uang pada sumber-sumber untuk mendapatkan keuntungan financial dimasa yang akan datang.
Kita sudah tidak asing lagi dengan maha guru investasi dunia Warren Buffet. Beliau telah mengumpulkan kekayaan milyaran dollar lewat kecerdikannya berinvestasi melalui bendera Berskhire Hathaway, perusahaan yang dikelolanya. Pada awalnya di Berskhire, Buffet fokus pada investasi jangka panjang dalam perusahaan-perusahaan yang telah terdaftar di Bursa Efek (Invesatsi Saham). Namun kini, setelah uangnya berlipat ganda hasil dari Investasi Saham, Beliau sudah beralih menjadi pembeli perusahaan secara keseluruhan.
Kalo kita amati baik-baik, ada empat (4) point pesan-pesan penting dari Warren Buffet yang harus kita perhatikan dan tentunya harus kita pahami, apa saja itu?
1. Dalam jangka pendek, market cenderung volatile.
2. Dalam jangka panjang, market cenderung selalu selalu naik (uptrend)
3. Semakin lama anda menyimpan saham anda, semakin rendah resiko anda.*
4. Anda akan selalu menang apabila anda menyimpan saham dalam jangka waktu yang lama.*
Perlu diketahui bahwa Buffet cerdas dalam memilih saham-saham yang harganya berada dibawah nilai intrinsiknya. Beliau juga berkata, Untuk menjadi investor seperti dia, Anda tak perlu menjadi seperti ilmuwan yang selalu memahami seluk beluk investasi. Investasi bukanlah permainan yang memiliki IQ yang tinggi bisa mengalahkan IQ yang rendah. Untuk investasi saham, anda hanya perlu mengerti dan memahami tentang pasar, portfolio dan seluk beluk perusahaannya.
Dengan empat poin diatas, seharusnya kita bisa mengimplementasikan sebagian dana kita buat investasi, selain buat trading. Sudah terbiasa dengan pasar saham, seharusnya kita juga memahami peluang-peluang saham untuk masa yang lebih lama (jangka panjang). Kita jangan menutup diri, malah kita harus mempelajari lebih dalam tentang investasi.
Apa salahnya trader belajar investasi? jangan hanya karena nyangkut baru kita investasi, investasi saham yang nyangkut? belum tentu sahamnya bagus. Itu membahayakan, hal-hal seperti ini yang beresiko tinggi. Jadi di bursa efek itu, bukan sahamnya yang membahayakan tapi kita sebagai pelaku bisnisnya yang tidak mau belajar dan tidak mau memahami dengan baik cara berbisnis di stock market yang benar. Kalo kita sebagai trader sudah paham, saham-saham apa aja yang layak buat investasi, kita tidak akan lagi membiarkan mentah-mentah saham yang kita beli kemudian nyangkut kita biarkan untuk simpan dengan dalih investasi. So, belajarlah investasi.
Tetap Disiplin !!!
Kita sudah tidak asing lagi dengan maha guru investasi dunia Warren Buffet. Beliau telah mengumpulkan kekayaan milyaran dollar lewat kecerdikannya berinvestasi melalui bendera Berskhire Hathaway, perusahaan yang dikelolanya. Pada awalnya di Berskhire, Buffet fokus pada investasi jangka panjang dalam perusahaan-perusahaan yang telah terdaftar di Bursa Efek (Invesatsi Saham). Namun kini, setelah uangnya berlipat ganda hasil dari Investasi Saham, Beliau sudah beralih menjadi pembeli perusahaan secara keseluruhan.
Kalo kita amati baik-baik, ada empat (4) point pesan-pesan penting dari Warren Buffet yang harus kita perhatikan dan tentunya harus kita pahami, apa saja itu?
1. Dalam jangka pendek, market cenderung volatile.
2. Dalam jangka panjang, market cenderung selalu selalu naik (uptrend)
3. Semakin lama anda menyimpan saham anda, semakin rendah resiko anda.*
4. Anda akan selalu menang apabila anda menyimpan saham dalam jangka waktu yang lama.*
Perlu diketahui bahwa Buffet cerdas dalam memilih saham-saham yang harganya berada dibawah nilai intrinsiknya. Beliau juga berkata, Untuk menjadi investor seperti dia, Anda tak perlu menjadi seperti ilmuwan yang selalu memahami seluk beluk investasi. Investasi bukanlah permainan yang memiliki IQ yang tinggi bisa mengalahkan IQ yang rendah. Untuk investasi saham, anda hanya perlu mengerti dan memahami tentang pasar, portfolio dan seluk beluk perusahaannya.
Dengan empat poin diatas, seharusnya kita bisa mengimplementasikan sebagian dana kita buat investasi, selain buat trading. Sudah terbiasa dengan pasar saham, seharusnya kita juga memahami peluang-peluang saham untuk masa yang lebih lama (jangka panjang). Kita jangan menutup diri, malah kita harus mempelajari lebih dalam tentang investasi.
Apa salahnya trader belajar investasi? jangan hanya karena nyangkut baru kita investasi, investasi saham yang nyangkut? belum tentu sahamnya bagus. Itu membahayakan, hal-hal seperti ini yang beresiko tinggi. Jadi di bursa efek itu, bukan sahamnya yang membahayakan tapi kita sebagai pelaku bisnisnya yang tidak mau belajar dan tidak mau memahami dengan baik cara berbisnis di stock market yang benar. Kalo kita sebagai trader sudah paham, saham-saham apa aja yang layak buat investasi, kita tidak akan lagi membiarkan mentah-mentah saham yang kita beli kemudian nyangkut kita biarkan untuk simpan dengan dalih investasi. So, belajarlah investasi.
Tetap Disiplin !!!







Sederhananya, investasi diartikan sebagai kegiatan menanamkan modal. Dengan demikian, segala aktivitas ekonomi yang membutuhkan modal dianggap sebagai investasi. Investasi sifatnya pasif. Artinya, Anda sebagai investor tidak menjalankan langsung usaha tersebut untuk mendapatkan keuntungan karena sudah ada pihak lain yang mengelola uang tersebut. Dan Anda hanya tinggal menikmati keuntungannya (tak menutup kemungkinan adanya kerugian) saja.
BalasHapus