Salah satu tools yang dapat kita gunakan untuk mendukung dalam trading saham adalah Technical Analysis (TA). Technical analysis adalah suatu metoda pengevaluasian harga saham dengan cara menganalisa data aktivitas pasar dimasa lalu untuk memprediksi peluang pergerakan harga dimasa yang akan datang, dengan alat bantu statistik dan prinsip psikologi. Untuk tujuan itu, Technical analysis (TA) tidak menggunakan data ekonomi untuk mengukur nilai/harga wajar suatu saham. Mereka menggunakan grafik dengan mempergunakan harga dan volume (jumlah transaksi) untuk mengidentifikasi suatu pola harga yang sedang terjadi. Source Wikipedia.
Sehingga bisa dikatakan, bahwa TA terbentuk dari sains, karena TA bisa disebut seni . TA menggunakan formula yang menghasilkan sistem matematika, trading yang unik, serta statistik serta money management yang khas, yang mencerminkan teknologi informasi. Banyak softare yang bisa kita pakai untuk menganalysis technical, misalnya Amibroker, Metastock, bahkan sekarang tiap perusahaan sekuritas memfasilitasi technical chart dalam online trading nya.
Sebelum mendalami analisa technical lebih lanjut, sebaiknya harus kita pahami dulu, "ingat pahami dulu :)" prinsip-prinsip dasar analisa technical sebagai berikut :
1. The efficient-market hypothesis states that stock market prices are essentially unpredictable. ( Hipotesis pasar efisien menyatakan bahwa, harga pasar saham pada dasarnya tak terduga).
2. Tidak ada satu pun Technical analysis yang bisa memprediksi semuanya.
3. Analisa technical terbagi menjadi 2 metode utama, yaitu trend-following dan oscillator.
4. Sebelum anda percaya technical analysis terlebih dulu anda harus percaya hukum kekekalan momentum.
5. Prediksi yang diberikan technical analysis bersifat TIDAK absolut.
6. Technical analysis digunakan karena sifatnya yang konsisten.
Mari kita pahami satu persatu prinsip-prinsip dasar analisa technical diatas :
1. Hipotesis Pasar Efisien Menyatakan Bahwa, Harga Pasar Saham Pada Dasarnya Tak Terduga.
Saya akan mengibaratkan lagi dengan pedagang sembako biar yang belum mengerti saham bisa memahaminya :). Misal, kemarin saya beli bawang merah satu kilo 15.000 rupiah, satu minggu kemudian beli lagi bawang merah 1 kilo, harganya sekarang 30.000 rupiah ya Bu kata penjual. Loh ko bisa ? ia terakhir para petani gagal panen, pertaniannya kena hama. Nah, begitu juga dengan saham, contoh saham MNCN (PT. Media Nusantara Citra Tbk.) sahamnya pak Harry Tanoe, harga saham lagi anteng-anteng di harga 2900-3000, besoknya tiba-tiba turun sampai 2500, kenapa sebab? karena pada saat itu keluar berita Bu Tutut memenangkan kasasi di MA terkait saham MNC TV (TPI).
Oleh karena saham itu pada dasarnya tak terduga sedangkan peluang didalamnya besar, maka kita harus belajar memprediksi. Alat untuk memprediksi saham salah satunya adalah Technical Analysis.
2. Tidak Ada Satu Analisa Technical pun yang Bisa Memprediksi Semuanya.
Didalam technical chart, itu terdiri dari beberapa tools untuk memprediksi diantaranya : Averages, Indicators,bands, pattern. Dari semua metode ini tidak satupun bisa memprediksi kepastian (hanya sebagai alat prediksi). Setiap tools tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan nya masing-masing, akan saya bahas di ulasan berikutnya. Jadi tidak disarankan dalam memprediksi saham anda hanya menggunakan analisa technical.
3. Analisa Technical Terbagi Menjadi 2 Metode Utama yaitu : Trend-Following dan Oscillator
Trend-Folowing berfungsi untuk memprediksi trend harga saham. Baik itu trend jangka pendek,jangka menengah ataupun jangka panjang. Apakah saham itu sedang uptrend (trend naik) atau sedang downtrend (trend turun). Yang termasuk trend-following itu terdiri dari MACD,MA (Moving Average) ,EMA (Exponential Moving Average), WMA (Weighted Moving Average), dan lain-lain.
Sedangkan oscillator berfungsi untuk memprediksi apakah suatu saham sudah jenuh beli ata jenuh jual. Oscillator bisa disebut juga indikator, Oscillator terdiri dari Stochastic,Relative Strength Index,Volume dan masih banyak lagi.
Didalam belajar technical, kita harus memahami kedua hal ini. Karena trend-following dan oscillator memiliki fungsi yang berbeda. Misalkan saja, anda trading saham jangka pendek menggunakan Moving Average,otomatis anda akan ketinggalan harga. Karena MA lebih berfungsi untuk menentukan trend.
4. Sebelum Anda Percaya Technical Analysis,Terlebih Dulu Anda Harus Percaya hukum Kekekalan Momentum.
Dalam fisika momentum adalah besaran yang berhubungan dengan kecepatan dan massa suatu benda. Misalkan benda yang didorong dengan cepat pertama-tama akan meluncur, namun lambat laun akan bergerak melambat kemudian akhirnya berhenti. Begitupun dalam saham, harga saham akan bergerak naik(trend naik), kemudian naiknya melambat (tanda-tanda perubahan trend), kemudian harga saham turun, begitupun sebaliknya. Harga saham yang sedang "trend naik" tidak akan tiba-tiba turun, begitu pula saham yang sedang "trend turun" tidak akan tiba-tiba naik.
5. Prediksi yang Diberikan Technical Analysis bersifat Tidak Absolut.
Beberapa kali sudah saya tulis bahwa technical Analysis berfungsi sebagai alat prediksi, bukan alat ukur kepastian. Jadi kita harus mencamkan bahwa saham yang dikatakan technical analysis akan naik, bukan berarti saham itu HARUS naik atau, saham yang dikatakan technical analysis akan turun bukan berati saham itu harus turun. Jadi kalo prediksi nya melenceng, anda harus sudah siap dengan PLAN (Money Management)
6. Technical Analysis Digunakan Karena Sifatnya yang Konsisten.
Kenapa saya katakan konsisten? karena Technical Analysis menggunakan data harga dan jumlah transaksi (volume transaksi), dengan menggunakan formula matematika dan statistik dalam memprediksinya. Sehingga saham yang diprediksi data-datanya jelas. Wah susah dong, ribet dong mana nilai matematika aja saya 6 apalagi nilai fisika, gimana bisa saya memprediksi saham kalo gitu?. Gak perlu khawatir, karena cara memprediksinya sudah menggunakan sistem, sudah ada softwarennya tinggal kita instal di komputer kita lalu pake deh :).
Tetap Disiplin !!!






Analisa teknikal adalah analisa dengan menggunakan data masa lalu untk analisa. Analisa secara populer dan cukup sederhana, dengan bantuan indikator kita sudah bisa melakukan analisa. untuk trading saya di octafx lebib suka dengan menggunakan analisa teknikal juga walaupun kadang fundamnetal juga dipake
BalasHapusTujuan belajar analisa teknikal yaitu agar trader dapat menilai kondisi pasar saat ini berdasarkan histori harga di masa lampau, sekaligus memberikan gambaran atau prediksi tentang pergerakan pasar di masa depan.
BalasHapus