Sabtu, 11 Januari 2014

Cut Loss, Is the Right Way?


CUT LOSS adalah menutup (menjual) posisi yang merugi karena harga bergerak berlawanan untuk menghindari kerugian yang lebih besar. 

CONTOH KASUS 

Mr. A memperkirakan saham ADRO akan NAIK dari Rp. 1170 ke Rp. 1250.
Untuk mendapatkan keuntungan dia memutuskan membeli saham tersebut di harga Rp.1170 dengan harapan harga akan naik sehingga dia bisa menjual di level harga yang lebih tinggi atau mahal sehingga akan mendapat selisih keuntungan.
Tapi pada kenyataannya, bukannya harga naik malah harga saham tersebut turun ke Rp.1100.
Setelah melakukan analisa ulang Mr.A berkesimpulan bahwa kemungkinan besar harga akan turun lebih jauh lagi, yang akan mengakibatkan kerugian lebih besar lagi.

Mr.A memutuskan !
Daripada menderita kerugian yang lebih besar lagi, maka Mr.A menutuskan untuk melakukan tutup posisi (melikuidasi), inilah yang disebut cut loss.
Tindakan cut loss ini menimbulkan kerugian sebesar Rp.70.


Tips Cut Loss untuk kita :

1. Lakukan Cut Loss apabila setelah analisa ulang, harga akan bergerak terus menerus melawan posisi kita.
2. Kalau ternyata keputusan kita dalam melakukan Cut Loss Benar, berarti kita sudah mencegah diri dari kerugian yang lebih besar.
3. Kalo ternyata keputusan kita dalam melakukan Cut Loss Salah, jangan nafsu untuk mengejar harga dan melakukan buyback apabila setelah cutloss malah harga berbalik naik. Lakukan analisa ulang, tenangkan diri kita untuk beberapa saat (cooling down), cari saham lain yang berpotensi naik.
4. Tentukan toleransi kerugian yang mampu kita tanggung saat melakukan cut loss. 

Apakah Anda Trader yang GAGAL Apabila Melakukan CUT LOSS?

Kalo anda menjawab ya, maka anda Salah Besar. Silahkan pertimbangkan hal berikut ini :

"Merrill Lynch & Co., the thrid-biggest U.S Securities Firm, reported a wider-than-forecast quarterly loss as the credit contraction saddled the company with $9.7 billion of writedowns..." (Merrill Lynch & Co., perusahaan sekuritas ketiga terbesar di US melaporkan kerugian mereka lebih besar dari yang diprediksikan sebesar $9.7 milyar). Source : Bloomberg

Sebenarnya apa yang menjadi dasar, mengapa sampai perusahaan seperti Merrill Lynch & Co. juga melakukan Cut Loss bahkan mengumumkan jumlahnya secara detail?

Ini karena masih ada TRADING SESSION yang lain. Tidak menjadi masalah Merrill Lynch & Co. menderita kerugian $9.7 Milyar dollar karena pihak mereka masih melihat hari esok lebih cerah. Kesempatan profit yang mereka analisa dimasa depan bisa lebih besar dibandingkan keruian saat ini. Masih ada waktu lain agar anda dapat meraih profit yang jauh lebih besar. Melepaskan 1 analisa yang salah atau keliru adalah sangat disarankan untuk dapat melakukan trading secara baik dimasa yang akan datang.
Ibaratnya mundur 1 langkan untuk dapat maju 10 langkah.

Source :
Google
belajarforexweb

Tetap Disiplin !!!

0 komentar:

Posting Komentar