Gap adalah area (celah) kosong pada grafik harga saham dimana disana tidak ada perdagangan. Biasanya ini terjadi antara penutupan pasar satu hari dan pembukaan pasar hari berikutnya. Banyak hal yang dapat menyebabkan hal ini, seperti misalnya laporan pendapatan emiten yang keluar setelah pasar tutup pada hari itu. Jika peghasilan secara signifikan lebih tinggi dari yang di harapkan, banyak investor mungkin menempatkan order pebelian untuk hari berikutnya. Hal ini dapat mengakibatkan pembukaan harga lebih tinggi dari penutupan hari sebelumnya. Dan masih banyak lagi hal penting lainnya yang dapat menimbulkan gaps. Gaps dapat memberikan bukti bahwa sesuatu yang penting telah terjadi dengan fundamental atau psikologi market yang menyertai pergerakan market saat ini. Sebelum kita masuk kedalam berbagai jenis gaps, dibawah ini adalah grafik yang menunjukan sebuah gap sehingga anda akan tahu apa yang sedang kita bicarakan :
Gaps lebih sering muncul pada daily chart, dimana setiap hari adalah kesempatan untuk menciptakan Gaps saat pembukaan market. Gaps pada weekly dan monthly chart cukup langka. Banyak yang mengatakan bahwa gaps yang tengah terjadi suatu saat nanti akan terisi lagi, maksudnya harga tersebut kembali bergerak serta akan menutupi paling tidak pada gaps yang tengah kosong. Akan tetapi, sebelum dilakukan transaksi agar dapat memperoleh suatu peluang dari hal itu, perlu diingat bahwa hal ini belum tentu akan terjadi bahkan dapat memerlukan waktu yang aga lama supaya gaps bisa terisi lagi. Gaps dapat dibagi menjadi empat kategori dasar yaitu Common Gaps, Breakaway Gaps, Runway Gaps, dan Exhaustion Gaps.
Common Gaps
Gaps ini kadang-kadang mengarah pada trading gaps atau sebuah area Gaps, Common Gaps biasanya sering terjadi terjadi dan dapat langsung tertutup kemdian, beberapa hari atau beberapa minggu. Perhatikan pada grafik, setelah gaps tertutup maka harga akan kembali ke trend nya. Gaps ini biasanya terjadi tidak disertai dengan volume yang sigifikan.
Breakaway Gaps
Breakaway Gaps adalah sebuah gaps yang menarik. Jenis Gaps ini terjadi saat harga melonjak hingga menembus area yang tertahan baik resisten ataupun support. Dalam memahaminya, seseorang perlu memahami suatu proses yang terjadi dalam area yang tertahan tersebut (harga yang mengalami pergerakan dalam range harga tertentu untuk beberapa periode). Suatu titik gaps dimana harga mengalami break up maka titik itu akan menjadi support, sedangkan ketika gaps terjadi saat harga breakdown maka titik itu akan menjadi resisten. Gaps ini biasanya terjadi bersamaan dengan terbentuk nya sebuah chart pattern seperti accending triangle, flag, sideways dan lain-lain. Kemudian biasanya diiringi dengan volume yang cukup significant, sehingga sering breakaway gaps menjadi sebuah tanda akan ada perubahan trend pada saham. Oleh karena itu, Gaps ini biasanya akan tertutup membutuhkan waktu yang cukup lama.
Konfirmasi yang baik untuk trading Gaps jenis ini adalah jika berhubungan dengan chart pattern. Seperti pada contoh grafik dibawah ini yang dikonfirmasi dengan pola Accending Triangle :
Runway Gaps
Gaps ini dapat menggambarkan dengan begitu jelas mengenai terjadinya perubahan kejadian besar yang dapat mempengaruhi adanya pergerakan dari harga ketika harga mengalami pergerakan yang tajam diiringi dengan kenaikan volume. Ada seorang trader yang bilang bahwa runway gaps ini merupakan ukuran dalam memutuskan lamanya waktu trend tersebut akan berhenti. Walaupun terbilang tidak mudah untuk membuktikannya, paling tidak dapat membantu kita agar menjadi lebih pandai dalam menangkap suatu peluang.
Exhaustion Gaps
Gaps ini terjadi didekat berakhirnya trend naik atau turun suatu saham. Ini bisa menjadi signal reversal dari sebuah trend yang sedang terjadi. Gaps ini juga diidentifikasikan dengan volume yang besar dari hari sebelumnya dan dikategorikan dengan gaps euphoria atas pergerakan dari harga yang belum mampu untuk dilanjutkan . Banyak trader yang keliru dengan kejadian gaps ini, mereka mengira harga akan melanjutkan naik karena volume perdagangan yang tinggi. Gaps jenis ini akan tertutup dengan cepat.
Note :
Kita tentunya harus bisa membedakan strategi trading menggunakan gaps, saat market sedang downtrend dan atau sedang uptrend.
Mengenai banyak pertanyaan apakah gaps akan selalu tertutup? saya rasa hal itu sudah saya jelaskan diatas. Yang jelas, Analysis Candlestick jepang menggunakan pola yang mengandalkan gaps untuk memenuhi tujuan mereka.
Source : Stockcharts.com
Tetap Disiplin !!!












BalasHapusHi,
Perkenalkan nama saya Siti, Saya adalah manager development dari ForexMart. Kami melihat website anda dan kami tertarik umendiskusikan kerjasama kemitraan dengan Anda.
Boleh saya minta kontaknya untuk menjelaskan lebih lanjut atau anda bisa langsung menghubungi saya ke kontak saya dibawah ini.
Sincerely
Siti
Business Development
ForexMart www.forexmart.com
siti@forexmart.com
Skype – siti_0623
WA - +62 821-1275-7858